Pandemi COVID-19 sedikit banyak mengubah perilaku masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia kembali mendekatkan diri dengan kekayaan rempah dan herbal warisan Peradaban Sunda Sindhu Saraswati. Kesadaran untuk mengkonsumsi rempah dan herbal semakin meningkat dengan sebuah persepsi yang cukup baik bahwasanya “kesehatan bermula dari diri sendiri”.

Salah satu racikan herbal warisan Peradaban Sunda Sindhu Saraswati yang telah dikenal sejak ribuan tahun lampau dan telah teruji secara ilmiah adalah TRIPHALA.

Apa itu TRIPHALA?

TRIPHALA merupakan salah satu racikan utama dalam Ayurveda, salah satu sistem pengobatan tertua di dunia warisan dari Peradaban Sunda Sindhu Saraswati yang membentang dari Afganishtan hingga Australia dimana Nusantara adalah bagian di dalamnya.

Triphala, berasal dari dua kata Sansekerta, yaitu “Tri” yang berarti “tiga”, dan “Phala” yang berarti buah. Berarti triphala adalah campuran dari tiga buah kering yang banyak terdapat di Nusantara, yaitu:

  • Emblica officinalis (Amalaki) alias buah Malaka atau Kemloko
  • Terminalia chebula (Haritaki) alias buah Maja Keling
  • Terminalia bellerica (Bibhitaki) alias buah Maja Putih atau Joho

 

Amalaki
Amalaki (Emblica officinalis) dikenal sebagai the Indian Gooseberry, kaya akan Vitamin C, karoten, nicotinic acid, riboflavin, dan tannin. Buah ini memiliki sifat anti-oksidan dan anti-penuaan, bermanfaat dalam kanker, diabetes, pengobatan hati, masalah jantung, maag, anemia, dan berbagai penyakit lainnya. Herbal ini tidak dilaporkan memiliki efek samping bahkan setelah penggunaan jangka panjang.

Haritaki
Haritaki (Terminalia chebula) telah digunakan sebagai obat tradisional untuk melawan berbagai penyakit sejak jaman dahulu. Haritaki kaya akan tannin dan antioksidan, memiliki sifat anti-bakteri, sifat anti-jamur, dan anti-virus. Disamping itu buah ini bagus untuk mata karena dapat membantu mencegah penyakit seperti katarak atau glaukoma.

Bibhitaki
Bhitaki (Terminalia bellerica), umumnya dikenal sebagai “belleric myrobalan”. Buahnya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati asma, kanker, diare, sakit kepala, hipertensi, radang, dan nyeri.

Charaka Samhita dan Sushruta Samhita, dua naskah klasik Ayurveda berumur ribuan tahun, menyebutkan bahwa racikan yang terdiri tiga campuran buah tersebut (Amalaki, Bibhitaki, dan Haritaki) telah digunakan dalam pengobatan tradisional di India selama lebih dari 1000 tahun untuk meningkatkan kekuatan dan imunitas tubuh.

Manfaat Triphala menurut Riset Modern

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa Triphala memiliki manfaat kesehatan antara lain sebagai berikut:

  • Mengatasi masalah pencernaan
  • Mengurangi stress
  • Menurunkan lemak berlebih
  • Sebagai anti-diabetes
  • Mengatasi permasalahan jantung (cardiovascular)
  • Mencegah infeksi dari bakteri dan jamur
  • Mengatasi permasalahan gigi (gigi berlubang plak, dan radang gusi)
  • Melindungi kerusakan sel akibat zat kimia dan radiasi
  • Membantu penanganan kanker
  • Antioksidan dan menunjang kesehatan mata
  • Mengurangi peradangan (anti-infammatory)
  • Anti-aging (mengatasi tanda-tanda penuaan dini)

Triphala dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul, tablet, atau serbuk. Untuk penggunaanya sebagai mouthwash, serbuk Tripala dapat dicampurkan ke dalam air, sedangkan untuk penggunaan di kulit dapat dicampurkan ke dalam lotion atau krim.

Ingin tahu lebih banyak tentang TRIPHALA dan Sejuta Manfaatnya?

Simak di IGTV dimana Ma Archana, Ketua Umum AMAYI mengupas berbagai manfaatnya untuk kesehatan

Referensi:
Therapeutic Uses of Triphala in Ayurvedic Medicine
What Are The Health Benefit of Triphala
Clinical Study of ‘Triphala’ – A Well Known Phytomedicine from India
Role of Triphala in Dentistry