“Punya otak nggak?” demikian bunyi umpatan yang barangkali cukup sering kita dengar.
Barangkali umpatan tersebut terdengar kasar, tetapi sesungguhnya itu mengingatkan kita akan salah satu organ canggih yang terdapat dalam tubuh manusia: OTAK.

Jadi, seberapa kita mengenal otak? Ataukah selama ini hanya kita pakai tanpa kita rawat?

Putih & Abu di Otak

Otak merupakan bagian dari tubuh yang berfungsi sebagai pusat koordinasi. Dalam hal ini otak sangat erat kaitannya dengan sistem hormon dan sistem saraf. Otak manusia tersusun dari miliaran sel saraf. Berat otak manusia hanyalah sekitar 1,5 kg atau 2% dari berat keseluruhan tubuh TAPI otak mengkonsumsi 20% dari energi tubuh!

Jaringan penyusun sistem saraf pada otak sendiri dapat dibagi menjadi 2 bagian:
1. Gray Matter yang berwarna abu-abu
40% dari otak terdiri dari materi berwarna abu-abu ini.
Bagian inilah yang mengolah berbagai informasi yang diterima oleh otak sehingga tidak heran bila 94% konsumsi oksigen di otak adalah bagian ini.
Gray Matter mendominasi bagian otak yang terkait dengan kognisi, berpikir kritis, koordinasi otot, dan lain-lain.
Bagian ini berkembang sempurna saat seseorang mencapai umur 20an.

2. White Matter yang berwarna putih
60% dari otak terdiri dari materi berwarna putih ini.
Bagian ini yang memungkinkan komunikasi antar sesama sel di Gray Matter serta antara Gray Matter dengan bagian lain di otak. Bagian ini jugalah yang mengirimkan perintah dari otak ke seluruh tubuh.
White Matters juga mengurusi fungsi-fungsi organ tubuh seperti denyut jantung, pernapasan, suhu tubuh, dan lain-lain; serta mengurusi pula perihal emosi seseorang.
Bagian ini mulai berkembang saat seseorang berumur 20an dan mencapai puncaknya saat seseorang berumur 50-60an tahun.

Menipisnya Gray Matter & Menurunnya Fungsi Otak: Apa yang bisa kita dilakukan?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fotenos dan kawan kawan pada tahun 2005 disimpulkan otak manusia akan mengalami penurunan secara volume mulai umur 20an tahun. Seperti kita ketahui di atas bahwa yang dimaksud adalah Gray Matter yang telah berhenti berkembang pada saat 20an tahun.

Berdasarkan hal ini Eileen dan kawan kawan melakukan penelitian bagaimana cara untuk meminimalisir penipisan Gray Matter di otak. Dalam penelitiannya Eileen mendapatkan hasil bahwa peserta meditasi mengalami perlambatan penurunan fungsi otak yang dilihat dari penurunan volume Gray Matter yang sangat lambat seperti terlihat dalam gambar di bawah ini.

Yang menarik dari penelitian tersebut adalah objek penelitian dimulai dari usia muda (20 tahun) sampai usia lanjut (di atas 60 tahun) dan juga peserta meditasi adalah mereka yang telah melakukan meditasi secara rutin selama minimal 4 tahun. Ini menegaskan bahwa guna mendapatkan manfaat meditasi dalam merawat otak, kita perlu melakukannya secara rutin seumur hidup, dan tidak mengharapkan hasil instan.

Otak Sehat dengan Meditasi: Apakah Cukup Itu Saja?

Ternyata tidak demikian, meditasi yang dilakukan haruslah memunculkan kesadaran untuk melakoni gaya hidup yang sehat secara holistik. Bagaimana caranya? Mari kita simak video berikut ini:

Referensi:
What is Difference Between Gray and White Matter
Forever Young(er): Potential Age-Defying Effects of Long-Term Meditation on Gray Matter Atrophy. 
Brain Anatomy
Grey Matter vs White Matter. 
Grey and White Matter Volume Changes in Early Primary Progressive Multiple Sclerosis: a Longitudinal Study. Jaume Sastre-Gariga et. Al. 2005